Langsung saja prend..ini yang aku postkan
mungkin sudah banyak yang membaca
tentang..keistimewaan dan kelebihan surat Al-
Fatihah..tapi gak salah kan bila aku
mengngeposkan lagi....untuk itu mari kita sama-sama belajar dan memahami Surat Al-
Fatihah. 1.Paling Besar (A’zham) Diriwayatkan oleh
Imam Ahmad bin Muhammad bin Hanbal r.a.,
katanya : Menyampaikan akan kami Yahya bin
Said dari Syu’bah, yang menerima kabar ini dari
Hubaib bin Abdirrahman, dari Hafizh bin ‘Ashim,
dari Abu Said al-Ma’alli r.a., katanya : “Aku sedang shalat, lalu dipanggil oleh Rasulullah
s.a.w., maka tak dapataku menyahut. Sesudah
aku selesai shalat, aku datangi beliau,
Rasulullah berkata : Kenapa engkau tidak
segera mendatangiku ? Aku menjawab : Karena
aku dalam bershalat ya Rasulullah. Berkata Rasulullah : Bukankah Allah sudah berfirman :
Hai orang-orang beriman, sahutilah seruan
Allah dan Rasul bila menyeru kamu kepada apa
yang menghidupkan kamu. Kemudian beliau
berkata : Aku akan mengajarkan kepadamu
sebesar-besar surah di dalam al-Qur’an sebelum engkau keluar dari masjid ini. Ketika
Rasulullah akan keluar dari masjid, beliau
memegang tanganku, lalu aku berkata : Ya
Rasulullah, Engkau mengatakan mau
mengajarkan kepadaku sebesar-besar surah di
dalam al-Qur’an. Berkata Rasulullah : Ya, ialah al-Hamdulillahi Rabbil “Aalamin (dan
seterusnya), ialah 7 ayat yang berulang-ulang,
dan itulah al-Qur’an al-‘Azhim yang telah
disampaikan kepadaku” Hadis yang seperti di
atas inipun diriwayatkan oleh al-Bukhari, Abu
Dawud, an-Nasa’I, Ibnu Majah dan al-Waqidi dari berbagai-bagai sumber. 2.Tak Ada Samanya Dalam Taurat, Injil, Zabur
dan Al Qur’an Diriwayatkan oleh Imam Malik bin
Anas dalam al-Muwattha’, dari al-‘Ala’ bin
Abdirrahman bin Y’kub al-Haraqi, bahwa Abu
Sa’id Mawla Ibnu ‘Amir bin Kuraiz mengabarkan
kepada mereka, bahwa Rasulullah s.a.w. memanggil akan Ubay bin Ka’abketika dia
dalam bershalat di dalam masjid. Sesudah
selesai shalat, Ubay bin Ka’ab mendatangi
Rasulullah, lalu Rasulullah memegang tangan
Ubay, lalu bersama-sama keluar dari masjid
dan berkata : Aku ingin engkau jangan keluar dari masjid ini sebelum mengetahui satu surah
yang tak pernah diturunkan di dalam Taurat,
tidak pula di dalam Injil dan tidak puladi dalam
al-Qur’an yang dapat menyamainya. Berkata
Ubay : Lalu aku perlambat jalanku, lalu berkata
kepada Rasulullah : Surah apakah yang engkau janjikan tadi itu ya Rasulullah ? Lalu Rasulullah
membaca“Alhamdulillahi Rabbil ‘Aalamin” dan
seterusnya, dia berkata : “Inilah dianya surah
itu yaitu 7 ayat yang berulang-ulang dan
dialah al-Qur’an al-Azhim yang telah
disampaikan kepadaku”. Diriwayatkan dari Ali bin Abu Talib r.a., bahwa Rasulullah s.a.w.
berkata : “Siapa yang membaca Fatihatul-Kitab
(al-Fatihah), maka seakan-akan dia telah
membaca Taurat, Injil, Zabur dan al-Furqan (al-
Qur’an)”. 3.Hanya Kepada Muhammad S.A.W. Diturunkan
Diriwayatkan oleh Muslim dan an-Nasa’I dari
hadis Abul Ahwash, Salam bin Salim dari
‘Ammar bin Zuraiq, dari Abdullah bin Isa bin
Abdirrahman bin Abu Laila dari Said bin Jubair,
dari Ibnu Abbas r.a. katanya : “Pada suatu hari Rasulullah s.a.w. duduk bersama Jibril, tiba-
tiba Rasulullah mendengar suatu bunyi dari
atas, lalu Jibril menoleh ke atas, kemudian lalu
berkata : “Itu sebuah pintu sudah terbuka di
langit, dan tak pernah pintu itu terbuka
sebelum ini”,dari pintu itu turun satu Malaikat, yang langsung menuju kepada Rasulullah, dan
berkata : “Bergembiralah engkau (Muhammad)
mendapat dua cahaya yang aku bawakan ini,
yang tak pernah kedua cahaya ini diberikan
kepada Nabi yang manapun sebelum engkau,
kedua cahaya itu ialah Fatihatul-Kitab dan beberapa ayat di akhir Surah al-Baqarah,
setiap hutuf engkau baca dari keduanya pasti
engkau mendapatkannya”. 4.Langsung Mendapat Jawaban Dari Allah Siapa
yang membaca Surah al-Fatihah, setiap ayat
yang dibaca itu langsung dijawab oleh Allah.
Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah r.a.
katanya : “Kami berada dibelakang Imam
(bershalat), maka berkatalah Imam itu kepadaku : “Bacalah al-Fatihah dalam hatimu,
karena aku telah mendengar Rasulullah s.a.w.
mengatakan : Telah berkata Allah Azza-wa
Jalla : Aku bagishalat (di sini maksudnya ialah
al-Fatihah) antaraKu dan hambaKu menjadi
dua bahagian (maksudnya : seperdua untukKu dan seperdua lagi untuk hambaKu), dan bagi
hambaKu apa yang mereka minta. Apabila
hambaKu itu berkata : “AlhamdulillahiRabbil
‘Aalamin”, Allah menjawab : ”HambaKu
memujiKu” ; dan apabila hambaKu berkata :
“Arrahmaanir Rahiim” , Allah menjawab : “HambaKu menyanjungKu” ; dan apabila
hambaKu berkata : “Maaliki Yaumiddin”, Allah
menjawab : “HambaKu memuliakanKu”, dan
apabila hambaKu berkata “Iyyaka na’budu wa
iyyaka nasta’iin”, Allah menjawab : “Ini
seperdua untukKu dan seperdua untuk hambaKu, bagi hambaKu, apa yang ia minta;
dan apabila hambaKu berkata”, dan apabila
hambaKu berkata
“Ihdinashshiraathalmustaqiim, shiraathal
ladzina an’amta ‘alaihim, ghairil maghdhuubi
‘alaihim waladh-dhaalliin”, Allah menjawab : Ini semuanya untuk hambaKu, dan bagi hambaKu
apa yang ia minta”. 5.Aman Dari Segala Bahaya Diriwayatkan oleh
al-Buzar dari Anas r.a. : Berkata Rasulullah
s.a.w. : “Bila engkau baca al-Fatihah dan Qul
Huwallahu Ahad maka amanlah engkau dari
segala sesuatu, kecuali dari maut”. 6.Langsung Dari Arazy Diriwayatkan oleh
al_hakim di dalam al-Mustadrak dari Ma’qal bin
Yasaar r.a. : Telah berkata Rasulullah s.a.w :
“Amalkanlah segala apa yang tersebut di
dalam al-Qur’an, halalkanlah apa yang
dihalalkannya, haramkanlah apa yang diharamkannya, dan patuhilah ia, jangan
sekali-kali engkau inkari apa-apa yang
tersebut di dalamnya, dan apa-apa yang kamu
ragukan (maksudnya), kembalikanlah kepada
Allah dan orang-orang yang mempunyai
pengetahuan sesudah meninggal aku nanti, supaya diterangkannya kepada kamu, dan
berimanlah kamu dengan Taurat, Injil dan
Zabur, dan apa saja yang dibawa oleh para
Nabi dari Tuhan mereka, dan akan memberi
kelapangan kepadamu al-Qur’an dan segala
keterangan yang tersebut di dalamnya, maka sesungguhnya al-Qur’an itu Pemberi Syafaat,
sesuatu yang tak pandai bercakap tetapi
membawa kebenaran, dan kepadaku diberikan
Allah Surah al-Baqarah dari ZIKIR PERTAMA
(Kitab-Kitab Suci yang diturunkan sebelum
Musa a.s.) dan diberikan kepadaku surah yang berawalan Thaha, Thasin dan Hamim dari
Papan-papan Musa (maksudnya : TAURAT), dan
diberikan kepadaku Surah al-Fatihah langsung
dari Arasy”. 7.Sebagai Obat (Mentera) Diriwayatkan oleh
Bukhari dari Abu Said al-Khudri r.a. “Pada suatu
hari kami bersama-sama dalam perjalanan,
bermalam di satu dusun. Datang kepada kami
seorang budak perempuan dan berkata :
“Sesungguhnya kepala desa ini sakit dan tak seorangpun di antara kami yang dapat
mengobatinya, adakah diantara tuan-tuan
yang dapat mengobatinya ?” Salah seorang
dari rombongan kami berdiri dan mengikuti
budak tadi. Kami tidak mengira yang ia dapat
menjadi dukun. Si sakit itu lalu dimenterainya dan sembuh. Kepadanya diberi hadiah30 ekor
kambing, dan kepada kami disuguhkan susu.
Ketika ia kembali kami bertanya : “Apakah
engkau membolehkan mentera, dan apakah
engkau tukang mentera ?” Ia menjawab :
“Tidak, saya bukan tukang mentera, tetapi aku hanya membacakan Ummul-Kitab (al-
Fatihah).” Kami katakana : “Kejadian ini jangan
dikabarkan kepada siapapun, sebelum kita
tanyakan kepada Rasulullah s.a.w. lebih
dahulu”. Sesudah kami sampai dikota Madinah,
kami datangi Rasulullah s.a.w. dan kami ceritakanlah kejadian itu. Rasulullah lalu
berkata : “Siapa tahu bahwa surah itu (al-
Fatihah) adalah mentera(obat) bagilah hadiah
itu dan berikan saya sebahagian darinya”.
Kejadian seperti inipun diriwayatkan oleh
Muslim dan Abu Dawud dari Hisyam. Di dalam beberapa riwayat dari Muslim diterangkan
bahwa penyakit orang yang disembuhkan
ituialah karena sengatan binatang yang
berbisa dan yang menyembuhkan itu adalah
Abu Said al-Khudri sendiri. Mengenai Surah al-
Fatihah dapat menyembuhkan penyakit- penyakit ada beberapa pendapat di dalam
kalangan Ulama-ulama besar Islam. Pokok
perbedaan pendapat itu berkisar pada hadis
yang tersebut di atas ini dan beberapa ayat al-
Qur’an yang tersebut di bawah ini : “Hai
manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, dan
penawar (obat) bagi (penyakit) yang ada di
dalam dada, dan sebagai petunjuk dan rahmat
bagi orang-orang yang beriman” [Yunus : 57] ;
“Dan Kami turunkan dari al-Qur’an sesuatu
yang jadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan bagi orang-orang yang
zhalim tetap bertambah merugi” [al-Isra’ : 72] ;
“Katakanlah, al-Qur’an itu sebagai petunjuk
dan penawar (obat) bagi orang yang
beriman” [Fusshilat : 44] Karena ayat-ayat dan
hadis yang tersebut di atas ini, semua ulama- ulama sepakat bahwa al-Qur’an itu dapat
menjadi obat. Tetapi obat apa, mereka
berlainan pendapat. Ada di antara mereka
mengatakan sebagai obat dari penyakit-
penyakit batin (rohani) saja, tidak dapat
menjadi obat dari penyakit-penyakit jasmani (mengenai tubuh). Tetapi lain ulama
mengatakan, menjadi obat bagi penyakit-
penyakit rohani dan jasmani (kedua-duanya).
Di antara Ulama Besar dan modern yang
berpendapat bahwa al-Qur’an dan khususnya
al-Fatihah dapat mengobati jasmani disamping mengobati rohani, ialah Imam Ibnul
Qayyim al-Jawzi. Berkata Ibnul Qayyim dalam
kitabnya bernama Madarijus Salikin juz I
halaman 52-58,diringkaskan sebagai berikut :
Adapunal-Fatihah itu mengandung obat
buathati (rohani) aka tidaklah ada perlainan pendapat. Cacat-cacat atau penyakit yang
menimpa kalbu berpokok pada dua perkara,
ialah rusaknya ilmu dan rusaknya tujuan.
Karena dua kerusakan ini, maka timbullah dua
penyakit kalbu yang sangat berbahaya, yaitu
adh-Dhalaal (kesesatan) dan al-Ghadhab (keangkara-murkaan). Kesesatan karena
rusaknya pengetahuan, sedangkan keangkara-
murkaan karena rusaknya tujuan hidup. Kedua
penyakit inilah induknya segala penyakit kalbu.
Maka hidayat yang bernama Shiraathal
Mustaqiim (al-Qur’an) adalah obat dari penyakit pertama (kesesatan). Sebab itu
hidayat ini harus selalu kita minta dan pelajari.
Sedang pengertian yang terkandung dalam
Iyyaka na’budu waiyyaka nasta’iin adalah obat
dari penyakit kedua (rusak tujuan atau
kemurkaan). Adapun al-Fatihah ini dapat pula menyembuhkan penyakit-penyakit tubuh atau
badan, sudah jelas pula sebagai yang
diterangkan oleh hadis shahih yang tersebut di
atas ini. Para ahli tidak berselisih sedikitpun
tentang keshahihan hadis yang tersebut dia
atas ini. Dalam hadis itu dinyatakan dengan terang bahwa penyakit tersebut sudah
sembuh hanya dengan membacakan Surah al-
Fatihah, sehingga tak membutuhkan obat
lainnya lagi. Pengalaman-pengalaman banyak
orang dan undang-undang ketabibanpun akan
membenarkannya. Banyak sekali penyakit- penyakit mengenai tubuh manusia yang dapat
disembuhkan dengan doa-doa lebih-lebih
dengan al-Fatihah yang mengandung
banyakrahasia, kebenaran dan pengertian-
pengertian yang sangat tinggi. Di dalamnya
terkandung at-tauhid, penyerahan diri kepada Allah, sanjungan dan pujian terhadap Allah,di
dalamnya terdapat nama-nama Allah yang
baik, nama Allah yang dapat menghilangkan
segala kejelekan dan dapat mendatangkan
segala kebaikan (termasuk kesembuhan itu)
Hasil : Copy Paste'an ku. Sumber : Internet.
Aku minta maaf kepada yang empunya artikel
yang sebenarnya... Wassalam...
mungkin sudah banyak yang membaca
tentang..keistimewaan dan kelebihan surat Al-
Fatihah..tapi gak salah kan bila aku
mengngeposkan lagi....untuk itu mari kita sama-sama belajar dan memahami Surat Al-
Fatihah. 1.Paling Besar (A’zham) Diriwayatkan oleh
Imam Ahmad bin Muhammad bin Hanbal r.a.,
katanya : Menyampaikan akan kami Yahya bin
Said dari Syu’bah, yang menerima kabar ini dari
Hubaib bin Abdirrahman, dari Hafizh bin ‘Ashim,
dari Abu Said al-Ma’alli r.a., katanya : “Aku sedang shalat, lalu dipanggil oleh Rasulullah
s.a.w., maka tak dapataku menyahut. Sesudah
aku selesai shalat, aku datangi beliau,
Rasulullah berkata : Kenapa engkau tidak
segera mendatangiku ? Aku menjawab : Karena
aku dalam bershalat ya Rasulullah. Berkata Rasulullah : Bukankah Allah sudah berfirman :
Hai orang-orang beriman, sahutilah seruan
Allah dan Rasul bila menyeru kamu kepada apa
yang menghidupkan kamu. Kemudian beliau
berkata : Aku akan mengajarkan kepadamu
sebesar-besar surah di dalam al-Qur’an sebelum engkau keluar dari masjid ini. Ketika
Rasulullah akan keluar dari masjid, beliau
memegang tanganku, lalu aku berkata : Ya
Rasulullah, Engkau mengatakan mau
mengajarkan kepadaku sebesar-besar surah di
dalam al-Qur’an. Berkata Rasulullah : Ya, ialah al-Hamdulillahi Rabbil “Aalamin (dan
seterusnya), ialah 7 ayat yang berulang-ulang,
dan itulah al-Qur’an al-‘Azhim yang telah
disampaikan kepadaku” Hadis yang seperti di
atas inipun diriwayatkan oleh al-Bukhari, Abu
Dawud, an-Nasa’I, Ibnu Majah dan al-Waqidi dari berbagai-bagai sumber. 2.Tak Ada Samanya Dalam Taurat, Injil, Zabur
dan Al Qur’an Diriwayatkan oleh Imam Malik bin
Anas dalam al-Muwattha’, dari al-‘Ala’ bin
Abdirrahman bin Y’kub al-Haraqi, bahwa Abu
Sa’id Mawla Ibnu ‘Amir bin Kuraiz mengabarkan
kepada mereka, bahwa Rasulullah s.a.w. memanggil akan Ubay bin Ka’abketika dia
dalam bershalat di dalam masjid. Sesudah
selesai shalat, Ubay bin Ka’ab mendatangi
Rasulullah, lalu Rasulullah memegang tangan
Ubay, lalu bersama-sama keluar dari masjid
dan berkata : Aku ingin engkau jangan keluar dari masjid ini sebelum mengetahui satu surah
yang tak pernah diturunkan di dalam Taurat,
tidak pula di dalam Injil dan tidak puladi dalam
al-Qur’an yang dapat menyamainya. Berkata
Ubay : Lalu aku perlambat jalanku, lalu berkata
kepada Rasulullah : Surah apakah yang engkau janjikan tadi itu ya Rasulullah ? Lalu Rasulullah
membaca“Alhamdulillahi Rabbil ‘Aalamin” dan
seterusnya, dia berkata : “Inilah dianya surah
itu yaitu 7 ayat yang berulang-ulang dan
dialah al-Qur’an al-Azhim yang telah
disampaikan kepadaku”. Diriwayatkan dari Ali bin Abu Talib r.a., bahwa Rasulullah s.a.w.
berkata : “Siapa yang membaca Fatihatul-Kitab
(al-Fatihah), maka seakan-akan dia telah
membaca Taurat, Injil, Zabur dan al-Furqan (al-
Qur’an)”. 3.Hanya Kepada Muhammad S.A.W. Diturunkan
Diriwayatkan oleh Muslim dan an-Nasa’I dari
hadis Abul Ahwash, Salam bin Salim dari
‘Ammar bin Zuraiq, dari Abdullah bin Isa bin
Abdirrahman bin Abu Laila dari Said bin Jubair,
dari Ibnu Abbas r.a. katanya : “Pada suatu hari Rasulullah s.a.w. duduk bersama Jibril, tiba-
tiba Rasulullah mendengar suatu bunyi dari
atas, lalu Jibril menoleh ke atas, kemudian lalu
berkata : “Itu sebuah pintu sudah terbuka di
langit, dan tak pernah pintu itu terbuka
sebelum ini”,dari pintu itu turun satu Malaikat, yang langsung menuju kepada Rasulullah, dan
berkata : “Bergembiralah engkau (Muhammad)
mendapat dua cahaya yang aku bawakan ini,
yang tak pernah kedua cahaya ini diberikan
kepada Nabi yang manapun sebelum engkau,
kedua cahaya itu ialah Fatihatul-Kitab dan beberapa ayat di akhir Surah al-Baqarah,
setiap hutuf engkau baca dari keduanya pasti
engkau mendapatkannya”. 4.Langsung Mendapat Jawaban Dari Allah Siapa
yang membaca Surah al-Fatihah, setiap ayat
yang dibaca itu langsung dijawab oleh Allah.
Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah r.a.
katanya : “Kami berada dibelakang Imam
(bershalat), maka berkatalah Imam itu kepadaku : “Bacalah al-Fatihah dalam hatimu,
karena aku telah mendengar Rasulullah s.a.w.
mengatakan : Telah berkata Allah Azza-wa
Jalla : Aku bagishalat (di sini maksudnya ialah
al-Fatihah) antaraKu dan hambaKu menjadi
dua bahagian (maksudnya : seperdua untukKu dan seperdua lagi untuk hambaKu), dan bagi
hambaKu apa yang mereka minta. Apabila
hambaKu itu berkata : “AlhamdulillahiRabbil
‘Aalamin”, Allah menjawab : ”HambaKu
memujiKu” ; dan apabila hambaKu berkata :
“Arrahmaanir Rahiim” , Allah menjawab : “HambaKu menyanjungKu” ; dan apabila
hambaKu berkata : “Maaliki Yaumiddin”, Allah
menjawab : “HambaKu memuliakanKu”, dan
apabila hambaKu berkata “Iyyaka na’budu wa
iyyaka nasta’iin”, Allah menjawab : “Ini
seperdua untukKu dan seperdua untuk hambaKu, bagi hambaKu, apa yang ia minta;
dan apabila hambaKu berkata”, dan apabila
hambaKu berkata
“Ihdinashshiraathalmustaqiim, shiraathal
ladzina an’amta ‘alaihim, ghairil maghdhuubi
‘alaihim waladh-dhaalliin”, Allah menjawab : Ini semuanya untuk hambaKu, dan bagi hambaKu
apa yang ia minta”. 5.Aman Dari Segala Bahaya Diriwayatkan oleh
al-Buzar dari Anas r.a. : Berkata Rasulullah
s.a.w. : “Bila engkau baca al-Fatihah dan Qul
Huwallahu Ahad maka amanlah engkau dari
segala sesuatu, kecuali dari maut”. 6.Langsung Dari Arazy Diriwayatkan oleh
al_hakim di dalam al-Mustadrak dari Ma’qal bin
Yasaar r.a. : Telah berkata Rasulullah s.a.w :
“Amalkanlah segala apa yang tersebut di
dalam al-Qur’an, halalkanlah apa yang
dihalalkannya, haramkanlah apa yang diharamkannya, dan patuhilah ia, jangan
sekali-kali engkau inkari apa-apa yang
tersebut di dalamnya, dan apa-apa yang kamu
ragukan (maksudnya), kembalikanlah kepada
Allah dan orang-orang yang mempunyai
pengetahuan sesudah meninggal aku nanti, supaya diterangkannya kepada kamu, dan
berimanlah kamu dengan Taurat, Injil dan
Zabur, dan apa saja yang dibawa oleh para
Nabi dari Tuhan mereka, dan akan memberi
kelapangan kepadamu al-Qur’an dan segala
keterangan yang tersebut di dalamnya, maka sesungguhnya al-Qur’an itu Pemberi Syafaat,
sesuatu yang tak pandai bercakap tetapi
membawa kebenaran, dan kepadaku diberikan
Allah Surah al-Baqarah dari ZIKIR PERTAMA
(Kitab-Kitab Suci yang diturunkan sebelum
Musa a.s.) dan diberikan kepadaku surah yang berawalan Thaha, Thasin dan Hamim dari
Papan-papan Musa (maksudnya : TAURAT), dan
diberikan kepadaku Surah al-Fatihah langsung
dari Arasy”. 7.Sebagai Obat (Mentera) Diriwayatkan oleh
Bukhari dari Abu Said al-Khudri r.a. “Pada suatu
hari kami bersama-sama dalam perjalanan,
bermalam di satu dusun. Datang kepada kami
seorang budak perempuan dan berkata :
“Sesungguhnya kepala desa ini sakit dan tak seorangpun di antara kami yang dapat
mengobatinya, adakah diantara tuan-tuan
yang dapat mengobatinya ?” Salah seorang
dari rombongan kami berdiri dan mengikuti
budak tadi. Kami tidak mengira yang ia dapat
menjadi dukun. Si sakit itu lalu dimenterainya dan sembuh. Kepadanya diberi hadiah30 ekor
kambing, dan kepada kami disuguhkan susu.
Ketika ia kembali kami bertanya : “Apakah
engkau membolehkan mentera, dan apakah
engkau tukang mentera ?” Ia menjawab :
“Tidak, saya bukan tukang mentera, tetapi aku hanya membacakan Ummul-Kitab (al-
Fatihah).” Kami katakana : “Kejadian ini jangan
dikabarkan kepada siapapun, sebelum kita
tanyakan kepada Rasulullah s.a.w. lebih
dahulu”. Sesudah kami sampai dikota Madinah,
kami datangi Rasulullah s.a.w. dan kami ceritakanlah kejadian itu. Rasulullah lalu
berkata : “Siapa tahu bahwa surah itu (al-
Fatihah) adalah mentera(obat) bagilah hadiah
itu dan berikan saya sebahagian darinya”.
Kejadian seperti inipun diriwayatkan oleh
Muslim dan Abu Dawud dari Hisyam. Di dalam beberapa riwayat dari Muslim diterangkan
bahwa penyakit orang yang disembuhkan
ituialah karena sengatan binatang yang
berbisa dan yang menyembuhkan itu adalah
Abu Said al-Khudri sendiri. Mengenai Surah al-
Fatihah dapat menyembuhkan penyakit- penyakit ada beberapa pendapat di dalam
kalangan Ulama-ulama besar Islam. Pokok
perbedaan pendapat itu berkisar pada hadis
yang tersebut di atas ini dan beberapa ayat al-
Qur’an yang tersebut di bawah ini : “Hai
manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, dan
penawar (obat) bagi (penyakit) yang ada di
dalam dada, dan sebagai petunjuk dan rahmat
bagi orang-orang yang beriman” [Yunus : 57] ;
“Dan Kami turunkan dari al-Qur’an sesuatu
yang jadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan bagi orang-orang yang
zhalim tetap bertambah merugi” [al-Isra’ : 72] ;
“Katakanlah, al-Qur’an itu sebagai petunjuk
dan penawar (obat) bagi orang yang
beriman” [Fusshilat : 44] Karena ayat-ayat dan
hadis yang tersebut di atas ini, semua ulama- ulama sepakat bahwa al-Qur’an itu dapat
menjadi obat. Tetapi obat apa, mereka
berlainan pendapat. Ada di antara mereka
mengatakan sebagai obat dari penyakit-
penyakit batin (rohani) saja, tidak dapat
menjadi obat dari penyakit-penyakit jasmani (mengenai tubuh). Tetapi lain ulama
mengatakan, menjadi obat bagi penyakit-
penyakit rohani dan jasmani (kedua-duanya).
Di antara Ulama Besar dan modern yang
berpendapat bahwa al-Qur’an dan khususnya
al-Fatihah dapat mengobati jasmani disamping mengobati rohani, ialah Imam Ibnul
Qayyim al-Jawzi. Berkata Ibnul Qayyim dalam
kitabnya bernama Madarijus Salikin juz I
halaman 52-58,diringkaskan sebagai berikut :
Adapunal-Fatihah itu mengandung obat
buathati (rohani) aka tidaklah ada perlainan pendapat. Cacat-cacat atau penyakit yang
menimpa kalbu berpokok pada dua perkara,
ialah rusaknya ilmu dan rusaknya tujuan.
Karena dua kerusakan ini, maka timbullah dua
penyakit kalbu yang sangat berbahaya, yaitu
adh-Dhalaal (kesesatan) dan al-Ghadhab (keangkara-murkaan). Kesesatan karena
rusaknya pengetahuan, sedangkan keangkara-
murkaan karena rusaknya tujuan hidup. Kedua
penyakit inilah induknya segala penyakit kalbu.
Maka hidayat yang bernama Shiraathal
Mustaqiim (al-Qur’an) adalah obat dari penyakit pertama (kesesatan). Sebab itu
hidayat ini harus selalu kita minta dan pelajari.
Sedang pengertian yang terkandung dalam
Iyyaka na’budu waiyyaka nasta’iin adalah obat
dari penyakit kedua (rusak tujuan atau
kemurkaan). Adapun al-Fatihah ini dapat pula menyembuhkan penyakit-penyakit tubuh atau
badan, sudah jelas pula sebagai yang
diterangkan oleh hadis shahih yang tersebut di
atas ini. Para ahli tidak berselisih sedikitpun
tentang keshahihan hadis yang tersebut dia
atas ini. Dalam hadis itu dinyatakan dengan terang bahwa penyakit tersebut sudah
sembuh hanya dengan membacakan Surah al-
Fatihah, sehingga tak membutuhkan obat
lainnya lagi. Pengalaman-pengalaman banyak
orang dan undang-undang ketabibanpun akan
membenarkannya. Banyak sekali penyakit- penyakit mengenai tubuh manusia yang dapat
disembuhkan dengan doa-doa lebih-lebih
dengan al-Fatihah yang mengandung
banyakrahasia, kebenaran dan pengertian-
pengertian yang sangat tinggi. Di dalamnya
terkandung at-tauhid, penyerahan diri kepada Allah, sanjungan dan pujian terhadap Allah,di
dalamnya terdapat nama-nama Allah yang
baik, nama Allah yang dapat menghilangkan
segala kejelekan dan dapat mendatangkan
segala kebaikan (termasuk kesembuhan itu)
Hasil : Copy Paste'an ku. Sumber : Internet.
Aku minta maaf kepada yang empunya artikel
yang sebenarnya... Wassalam...
